Your ad featured and highlighted at the top of your category for 90 days just $5.
Choose
"Make this ad premium" at checkout.

User description

Sampai detik ini ada beraneka ragam sistem atau media agar gampang dalam mendapatkan jodoh. Dari mulai mengaplikasikan web di web, aplikasi di smartphone, dan malahan bisa dari acara TV dengan tema perjodohan. Bacabaca , sesungguhnya dari zaman dahulu sudah ada tradisi perjodohan unik yang dikerjakan secara turun temurun di Indonesia. Mari kita baca tulisan menarik sebagian adat istiadat cari jodoh unik di beberapa tempat.Tradisi cari jodoh yang cukup populer di Indonesia adalah Omed-omedan dari Bali. Budaya yang sudah diwariskan dari nenek moyang ini diikuti oleh para muda-mudi Bali sekitar usia 17 hingga 30 tahun. Arti dari kata omed-omedan sendiri yakni tarik-tarikan. Prosesinya yaitu peserta akan dibagi menjadi dua kategori merupakan laki-laki dan perempuan, kemudian ada salah satu dari masing-masing kelompok yang digendong ke atas pundak. Kemudian mereka akan dipertemukan dengan cara digiring berarak-arakan. Sesudah pasangan hal yang demikian berhadapan, mereka akan berciuman atau hanya berpelukan sambil disiram air oleh peserta lainnya.Tidak hanya di Bali, kebiasaan mencari jodoh juga ada di tempat Indramayu. Bernama Ngarot, tradisi ini merupakan acara perayaan pada musim panen yang diadakan oleh para petani. Acara hal yang demikian dimanfaatkan oleh para pemuda untuk mendapatkan jodoh. Para gadis didandani dengan menerapkan hiasan bunga di kepala dan akan diarak keliling kampung dengan para jejaka. Ada sebuah kepercayaan dimana, hiasan bunga di kepala yang diaplikasikan oleh para gadis seandainya kelihatan layu maka tandanya gadis tersebut telah tak perawan lagi. acara hal yang demikian sebenarnya yaitu syukuran bagi para petani, tetapi memang sengaja melibatkan para pemuda dan pemudi agar bisa meneruskan adat istiadat leluhurnya kelak.Baca tulisan menarik lagi tentang kebiasaan perjodohan di Indonesia, di Banyuwangi ada kultur bernama Gredoan yang mempunyai arti menggoda. Berbeda dengan Omed-omedan di Bali yang tampak sedikit cukup liar, maka Gredoan dilaksanakan dengan cara yang lebih sopan. Dimana para pria dewasa yang belum menikah akan datang ke rumah wanita pujaannya untuk mengajak berkenalan. Istiadat hal yang demikian rutin dilaksanakan di malam peringatan maulud nabi Muhammad sejak dahulu kala di daerah Banyuwangi. Di malam hal yang demikian juga diadakan pawai keliling desa untuk meramaikan acara.Ada satu lagi adat istiadat unik cari jodoh di Indramayu merupakan bernama Jaringan. Di tempat tersebut ada sebuah tempat yang dinamakan Pasar Jodoh. Disana terdapat perempuan dan laki-laki yang berkumpul untuk mencari jodoh. Sistemnya yakni para pria akan memakai sarung untuk menangkap perempuan yang ia menyukai. Mereka akan berkenalan serta berbaur atau malahan bisa segera melamar si wanita apabila sudah ada kecocokan. Namun, ada pula laki-laki yang setelahnya akan mengajak perempuan yang ia pilih untuk jalan-jalan atau makan bersama, kemudian ditemani pulang dan kemudian dilamar. sebagian kultur unik cari jodoh, tunggu baca artikel menarik berikutnya.